Rafah- Kemarahan semakin memuncak dari sejumlah warga yang masih terkatung-katung di perlintasan Rafah, menyusul keputusan pemerintah Mesir yang melarang mereka melintasi Rafah.
Secara tiba-tiba pemerintah Mesir menutup kembali gerbang Rafah pada siang Ahad kemarin (21/9) padahal baru dua hari perlintasan tersebut dibuka. Sebelumnya mereka mengizinkan delapan bus yang mengangkut sejumlah warga yang memiliki surat-surat atrau paspor asing meninggalkan
Sementara itu menurut sumber keamanan Palestina yang dilansir infopalestina menyebutkan, hal tesrsebut sebagai tindakan biasa, sebagaimana terjadi pada waktu-waktu lalu, ketika pemerintah Mesir memberikan kemudahan bagi warga dan para mahasisiwa yang sudah memiliki persyaratan dan nama mereka sudah terdaftar dalam catatan dapdagri dan sudah dipublikasikan sebelumnya. [adm/infopalestina]
