Fokus pembahasan dalam forum ini adalah keamanan pangan, energi dan penanganan krisis finansial berbasis 'bottom line business', demikian menurut Waki Ketua DPD yang juga Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) WIEF, Irman Gusman, di Jakarta, Kamis (18/12).
"Forum ini penting sekali, karena negara-negara Islam, terutama di Timur Tengah, tidak lagi terbelakang," ujar Irman Gusman.
Negara-negara di kawasan Timur Tengah memiliki dana surplus hingga 1,5 triliun dolar AS yang ditampung melalui pendanaan bernama Sovereign Wealth Funds (SWF) atau Sovereign Welfare Fund (SWF).
"SWF dibentuk menjadi lembaga keuangan yang dimiliki negara untuk menjadi instrumen investasi di luar negeri," katanya.
Negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan China juga membentuk fasilitas pendanaan seperti SWF.
Dianjurkan Indonesia juga menggunakan SWF ini untuk menyangga gejolak ekonomi dunia dengan mengajak pemilik dana surplus yang didominasi oleh Timur Tengah untuk berinvestasi di Indonesia.
"Kita bisa memanfaatkan poros Beijing-Dubai- New Delhi. Kini adalah saatnya dan disinilah masa depan kita," tambahnya. [adm/warnaislam]
