Pejuang yang meninggal merupakan anggota dari brigade martir Al Aqsa.
Menurut pihak militer Israel, serangan tersebut ditujukan kepada sekelompok orang yang sedang menyiapkan peluncuran sebuah roket.
Sepanjang gencatan senjata, Israel juga memblokade ekonomi dengan penutupan perbatasan di Jalur Gaza, akibatnya terjadi kelangkaan barang pokok.
Tidak hanya itu, Israel juga melakukan serangan udaranya ke wilayah Palestina.
Sedangkan pihak Israel menuduh pejuang Hamas telah menembakkan rudal mereka ke arah Israel.
Kedua belah pihak menuding bahwa pihak lawan telah merusak perjanjian gencatan senjata ini.
Sementara itu, beban Hamas bukan saja untuk melindungi warganya dari serangan Israel, masalah juga datang dari dalam negerinya, dimana mereka selalu bersaing masalah perebutan kekuasaan dengan pihak Fatah pimpinan Abbas.
Hal ini disebabkan makin dekatnya pemilihan umum di Palestina. Hamas berkuasa di wilayah Jalur Gaza, sementara Fatah berkuasa di wilayah Tepi Barat. [adm/warnaislam]
