|
Hal ini mereka lakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya yang semakin mencekik akibat penjajahan yang dilakukan para negara barat, demikian laporan the Telegraph, Selasa 23 Desember. "Saya terpaksa menjual salah satu belahan hatiku untuk emncegah keempat anakku yang lain mati kelaparan," kata Nek Muhammad dengan bercucuran air mata. Dia menjual anak laki-lakinya berusia delapan tahun, Qassem kepada seorang wanita di Kabul dengan bayaran 1,500 dolar. "Saya tak punya anak yang lebih tua. Saya juga sedang sakit. Ginjalku sakit. Seluruh tubuhku terasa sakit. Negara ini begitu miskin dan tidak bisa berkembang, hanya sedikit rumah di Afghanistan yang bisa menikmati listrik, air bersih dan pemanas kala musim dingin tiba. Apa yang Qassem alami juga dihadapi banyak anak di Afghanistan. Tidak hanya penjualan anak tetapi keluarga miskin di Afghanistan juga tidak bisa menyekolahkan anak-anak perempuannya dan langsung menikahkannya. Keadaan lebih buruk juga dialami oleh gadis-gadis belia Afghanistan yang dijual untuk pelacuran. Suatu keadaan yang jauh berbeda saat Taliban berkuasa, dimana para wanita mendapatkan perlindungan sebagaimana mestinya. (adm/muslimdaily) |
Penjualan Anak-anak di Afghanistan
By -
08.25
0
Tags:
