Mari hadirkan hati kita bersama 2200 calon jamaah haji
Di rumah Ummu Hamdi, salah satu calon jamaah haji yang gagal berangkat, sunyi. Nyaris tak ada ungkapan yang bias dikeluarkan, karena kesedihan yang mendalam. Anak perempuannya, dengan penuh sedih mengatakan, “Takkan ada orang yang datang kepada kami dan mengatakan, semoga seluruh tahun adalah kebaikan bagi kalian. Mereka pasti justru datang menyampaikan duka citanya. Ibuku sendiri akhirnya saat ini sulit untuk bisa bangun dari tempat tidurnya. Ia sudah lama sekali bermimpi ingin naik haji. Tapi mimpi itu kini kandas.”
Seorang ibu muda, Aminah namanya. Juga tak mampu bangun dari kasurnya. Ia sangat terpukul karena tidak bisa berangkat naik haji. Ia hanya mampu mengatakan, “Kegagalan calon jamaah haji di Gaza adalah noda hitam dalam sejarah pemerintahan Arab seluruhnya.”
Salim Yasin, seorang bapak yang sudah lanjut usia mengatakan dukanya dengan kalimat “kematian musim haji”. Kepada Islamonline ia mengatakan, “Kami sangat berduka, yang tak bisa dikeluarkan lewat kata kata. Tahun lalu meski berpecah, umat Islam masih tetap bisa berangkat haji. Tapi hari ini, keadaannya lebih hancur. Ada konspirasi di sini.”
