Taliban Melarang Perempuan Pergi ke Sekolah?

Muslimin
By -
0

ISLAMABAD – Satu lagi ujian di hadapi Tehrik e- Taliban Pakistan (TTP), mereka di sebut-sebut melakukan pelarangan terhadap para muslimah yang ingin keluar rumah untuk mengenyam pendidikan konvensional.


Setelah diusut, ternyata isu ini dikeluarkan oleh kelompok lain yang mengklaim dirinya sebagai kelompok Taliban di Pakistan, mereka adalah Tehrik Taliban Swat (TTS).

Mereka melarang seluruh Muslimah untuk tidak lagi pergi ke sekolah. Jika ancaman ini tidak diindahkan, maka mereka dan orangtua mereka akan menanggung konsekuensi.
Rata Penuh
“Semua siswa perempuan diminta untuk tidak menghadiri sekolah setelah 15 Januari 2009, jika tidak maka orangtua mereka bertanggungjawab atas konsekuensinya,” ujar Maulana Shahid, wakil dari Maulvi Fazlullah yang mengatakan statemen melalui siaran radio.

Ia, tidak merinci konsekuensi apa yang akan dihadapi jika para Muslimah tetap pergi ke sekolah.

Haji Muslim Khan, jurubicara TTS mengatakan, “Ini adalah musyawarah kami yang memutuskan para muslimah untuk tidak lagi pergi ke sekolah setelah 15 Januari 2009,” ujarnya kepada islamonline melalui telephone.

“Ya, pendidikan memang menjadi kebutuhan perempuan dan laki-laki, tetapi perempuan hanya memerlukan pendidikan agama saja,” lanjutnya.

Penolakan

Kelompok mujahidin Tehrik e- Taliban Pakistan (TTP) menolak peringatan TTS.

“Kami tidak memiliki urusan dengan pengumuman mereka (TTS),” ujar Hakim Mehsud, jurubicara TTP, kelompok jihad paling tangguh di wilayah Selatan dan Utara Waziristan.

“Itu bukan kebijakan kami untuk membakar sekolah-sekolah atau menghentikan muslim dan muslimah memperoleh pendidikan,” lanjutnya.

“Pendidikan agama sangat penting, namun mereka (perempuan) juga berhak mendapatkan pendidikan konvensional dan kejuruan,” ujar Mehsud.

“Kami percaya terhadap perkataan Rasulullah (salawat dan salam terlimpah kepadanya) bahwa pendidikan adalah penting untuk setiap muslim laki-laki dan perempuan.” Jelas Mehsud.

“Oleh karena itu, sebagai pengikut Rasulullah, kami bertanggungjawab memberikan hak pendidikan untuk saudara-saudara seiman kami baik perempuan atau laki-laki.”

“Aku terkejut dengan pengumuman yang dikeluarkan TTS.”

Mullah Nazir, kelompok Taliban yang berkonsentrasi di Wana, ibukota Waziristan Selatan juga tidak mengindahkan peringatan TTS.

“Kami secara total menolak peringatan tersebut,” ujar jurubicaranya, Suliman Waziri.

“Beberapa elemen menggunakan taktik tersebut untuk memfitnah Taliban. Kami belum pernah melibatkan diri pada pembakaran sekolah-sekolah dan tidak akan pernah melakukannya di masa mendatang,” lanjutnya.

Minoritas

Para pengamat mengatakan peringatan tersebut tidak memberikan banyak arti. Walaupun akan menciptakan rasa panic di antara anak-anak perempuan dan para orang tua.

Kelompok TTS hanya beroperasi di empat wilayah kecil, yaitu : Kabal, Khuwazkhela, Matta, dan Charbagh, dimana sebagian besar sekolah-sekolah di sana telah ditutup.

“Peringatan tersebut akan mempengaruhi para siswa perempuan di wilayah tersebut, tetapi TTS tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan,” ujar Hamid Mir, salah seorang pengamat.

“Kelompok Taliban sebenarnya, tidak mendukung Maulvi Fazlullah, seseorang yang tidak memiliki apapun, hanya nama buruk di mata Muslim dan Islam,” lanjutnya.

Mir berkata, ancaman TTS akan digunakan media barat untuk memburukkan gambaran Islam di mata dunia.

“Dan sialnya, orang-orang seperti Maulvi Fazlullah sering menggunakan kesempatan itu.”

“Unsur-unsur kriminal terdapat di belakang pembakaran-pembakaran sekolah,” ungkapnya. [adm/arrahmah]

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*