Rencananya setelah pertemuan ini berlangsung, Mahmud Abbas akan melanjutkan perjalanannya menuju kota Paris, sedangkan Menlu Saudi dan Menlu Mesir akan bertolak ke kota Abu Dhabi, Emirat Arab.
Diantara isi pembahasan yang dibicarakan dalam rapat ini adalah langkah terbaru yang akan diambil oleh Mesir, untuk merekonsiliasi hubungan antar kelompok pejuang Palestina agar dapat menyatukan sikap dalam membela Palestina, serta membahas usaha penghentian perang antara pihak perlawanan di Gaza dengan tentara Israel.
Di tempat yang berbeda, Hamas juga sedang menghadiri musyawarah yang berlangsung di Kairo guna membahas inisiatif Mesir, di tengah pernyataan beberapa tokoh Hamas yang menanggapi tuntutan gencatan senjata dengan syarat. Salah seorang tokoh Hamas, Sami Abu Zuhri ketika dihubungi oleh reporter stasiun Tv Al jazeera mengatakan, bahwa kehadiran Hamas dalam pertemuan kali ini bukanlah sebagai jawaban akhir, tapi pihaknya akan terus mengambil peluang positif lainnya demi kebaikan bangsa Palestina.
Sementara itu juru bicara pemerintahan Palestina di Gaza, Tahir Nono dalam pernyataannya menyebutkan beberapa syarat dari pemerintah di Jalur Gaza untuk membuka kembali dialog dengan otoritas Palestina di Ramallah. "Menurut kami, di Ramallah terdapat hak-hak warga Palestina, karena ia menjadi jembatan segala bentuk perundingan yang dimungkinkan terjadi antara Palestina dengan Israel", jelas Nono.
Sedangkan terkait pernyataan Mahmud Abbas yang menolak dialog dengan mereka yang menolak legitimasi Palestina Liberation Organisation (PLO), tokoh dari Front Rakyat untuk Kebebasan Palestina ini mengatakan, bahwa PLO sesungguhnya telah menjadi organisasi yang telah habis masa legalitas konstitusionalnya dan selayaknya melakukan perubahan.
