Konferensi internasional untuk solidaritas al-Quds yang digelar di kota Istanbul, Turki, mengeluarkan kecaman keras terhadap sikap diam negara-negara Arab dan dunia internasional terhadap upaya Yahudisasi kota suci Yerusalem yang dilakukan Israel.
Dalam sidang bertema "Proyek-Proyek Terlarang di Yerusalem dan Penggalian Bawah Tanah Masjid al-Aqsha" di konferensi tersebut, para peserta mengkaji secara serius masalah yang tengah memanas ini. Mereka mengecam apa yang terus dilakukan Israel di Yerusalem yang ditengarai tengah meyahudisasi kota tersebut.
Dr. Dzaki Ighbariyyah, salah seorang peserta konferensi, menyatakan jika masjid-masjid, tempat-tempat bersejarah, dan makam-makam Islam di Yerusalem saat ini sangat membutuhkan perawatan dan perbaikan.
"Tetapi, pihak Israel melarang dan menghalang-halangi setiap upaya perbaikan terhadap situs-situs Islami itu," kata Ighbariyyah sebagaimana dikutip surat kabar Palestina al-Quds (27/7).
Di kesempatan yang sama, Syaikh Kamaluddin as-Syarif, mantan menteri wakaf Palestina, menyatakan dirinya sangat menyayangkan sikap diam negara-negara Arab, dan juga para ulamanya di hadapan masalah Yerusalem ini.
