Para ahli dan pejabat keamanan mengatakan, Al-Qaeda di Irak dan afiliasinya yang melaksanakan pemboman.
"Ketika sebagian tentara AS ditarik dari Irak, Al-Qaeda dan afiliasinya melenturkan otot-otot mereka. Mereka melakukan ini untuk mempermalukan pemerintah dan menghancurkan keyakinan publik bahwa pemerintah mampu mengambil alih keamanan," ujar Brigjen Raed Fadhil Jasim.
Muhsin al-Sadun, salah seorang anggota parlemen mengatakan pemerintah harus meninjau ulang kerja badan intelijen dan kemampuan mereka mengantisipasi aktivitas "teroris".
Lt. Abdulkarim Khalaf, jurubicara Menteri Dalam Negeri mengatakan dirinya yakin bahwa Al-Qaeda masih aktif di Irak. [adm/arrahmah]
