Mayor Steven Hutchison, 60, terbunuh di iraq pada hari Minggu setelah kendaraan yang ditumpanginya terkena ledakan bom di Al Farr, demikian pernyataan dari Departemen Pertahanan AS.
Richard Hutchison mengatakan bahwa ketika sang istri meninggal karena kanker payudara, sebagian dari dirinya ikut meninggal, jadi dia memutuskan untuk bergabung kembali dengan militer pada bulan Juli 2007 pada usia yang sudah menginjak 59 tahun.
“Dia (Steven Hutchison) adalah seorang yang betul-betul mendedikasikan hidupnya kepada negara,” demikian kata Richard Hutchison.
Richard menggambarkan saudara laki-lakinya sebagai kakak laki-laki sekaligus seorang kawan yang baik. “Saya sebetulnya tidak ingin dia pergi (ke Iraq),” katanya dengan mata berkaca-kaca, dia menambahkan bahwa dirinya sangat menyayangi sang kakak.
Richard menambahkan bahwa kembali bertugas sebagai tentara pada usia 60 tahun adalah keputusan yang aneh, saya jelas tidak menginginkan dia melakukan hal tersebut, namun dia tentu punya pemikiran sendiri dan itulah yang ingin dia lakukan. Seumur hidupnya, dia adalah sorang prajurit.”
Dia mengatakan bahwa Kakaknya tidak pernah menjelaskan alasan dibalik keputusannya untuk kembali bergabung dengan pasukan militer AS.
“Dia (Steven) ingin kembali terjun ke medan perang,” tambahnya. “Dia ingin melaksanakan bagian tugasnya sebagai warga negara.”
Pentagon mengatakan bahwa Steven Hutchison terbunuh di Iraq pada hari Minggu lalu. Juru bicara militer AS, Letnan Kolonel Nathan Banks pada hari Kamis kemarin menambahkan bahwa Hutchison secara resmi adalah tentara AS tertua yang mengakhiri hidupnya di Iraq.
Berdasarkan data statistik mengenai prajurit yang terbunuh di Iraq dan Afghanistan, Hutchison menjadi “juara” dalam hal usia, dia merupakan anggota tertua dari semua cabang pasukan militer yang tewas sejak AS resmi memulai perang di kedua negara tersebut.
Hutchison sempat bertugas di Afghanistan selama satu tahun sebelum ditempatkan di Iraq pada bulan Oktober lalu, dia memimpin sebuah regu yang beranggotakan 12 orang tentara untuk melatih militer Iraq, kata adik laki-lakinya. Kemudian, dia ditugaskan untuk membantu mengamankan perbatasan sebelah selatan Iraq.
Hutchison, yang tumbuh dewasa di California, merupakan pengajar ilmu psikologi di Universitas Loyola Marymount di Los Angeles. Kegiatan mengajarnya beberapa kali terhenti dan diteruskan kembali antara tahun 1988 dan 1996. Dia juga mengajar di dua kampus lainnya, demikian menurut catatan kampus.
Kemudian dia bekerja di sebuah perusahaan perawatan kesehatan di Arizona sebelum akhirnya pensiun dan kembali mendaftar masuk militer, kata sang adik laki-laki.
Steven Hutchison merupakan bagian dari batalion ke-2, resimen bersenjata ke-34, anggota brigade tempur pertama, anggota divisi infantri pertama di Benteng Riley, Kan.
Steven Hutchison dilahirkan di Cincinnati dan dibesarkan di Long Beach, Calif. Steven dan Richard memiliki seorang saudara tiri laki-laki dan seorang saudara tiri perempuan yang tinggal di Michigan. Steven Hutchison menikah empat kali, kemudian menikahi Candy 10 tahun sebelum sang istri menghembuskan nafas terakhir. Steven dan Candy tidak dikaruniai keturunan.
Richard Hutchison mengatakan bahwa kakaknya akan dikuburkan disamping Candy di Scottsdale, dan sebuah pemakaman sudah direncanakan pada hari Selasa mendatang.
