Sabtu (15/8) yang lalu, beberapa pejabat tinggi Organisasi Konferensi Islam (OKI) tiba di Peking, Cina, untuk mendiskusikan beberapa kemungkinan terkait rencana kunjungan Sekjen OKI Ekmelettin Ihsanoglu ke wilayah Xinjiang di Cina Barat Daya yang dihuni oleh mayoritas Muslim dari etnik Uighur atau Turkistan Timur. Selain untuk mendiskusikan persiapan kunjungan tersebut, delegasi OKI juga akan mengkaji sebab dan faktor di balik peristiwa berdarah yang sempat mencuat di Xinjiang pasca bentrokan etnik Han Cina dengan Uighur Xinjiang beberapa bulan lalu. Dari kajian itu, OKI akan segera mengambil keputusan tegas untuk dijadikan solusi.
Setelah pertemuan antara delegasi OKI dan pemerintahan Cina di Peking selesai, delegasi pun bertolak ke Xinjiang keesokan harinya. Mereka hendak melihat langsung kondisi wilayah Turkistan Timur yang berpenduduk mayoritas Muslim itu.
Pasca bentrokan berdarah-darah itu, Sekjen OKI langsung mengontak pemerintahan Cina dan melayangkan protes. Buah dari protes itu, pemerintahan Cina mengundang Sekjen dan delegasi OKI untuk mengkaji masalah Turkistan Timur ini.
