Orang AS Makin Banyak Datang Ke Saudi Belajar Islam

Muslimin
By -
0
Makkah - Pertumbuhan dan penyebaran Islam telah sampai ke setiap sudut negara-negara di dunia hingga ke pelosok-pelosoknya. Setidaknya, indikasi seperti bisa dilihat dari dari banyaknya latar belakang negara asal para jamaah umrah yang datang berziarah ke tanah suci.

Sebagai misal, beberapa pekan sebelumnya, tak kurang dari 75 muslim dan muslimah asal Amerika Serikat sengaja datang berziarah ke tanah suci untuk umrah antara tanggal 16 Juli hingga 3 Agustus.

Ulama senior Saudi Arabia, yang sekaligus menjabat Grand Mufti Abdul Aziz al Syeikh, memberikan ceramah dan kuliah para jamaah yang tengah haus akan ilmu mengenai pengetahuan-pengetahuan tentang Islam. Seluruh seminar dan ceramah ini diterjemahkan sedikit ke dalam bahasa Inggris di depan peserta yang keseluruhannya berasal dari Amerika Serikat.

Perjalanan ini diselenggarakan oleh lembaga Masyarakat Al Quran dan Sunnah New York (www.albaseerah.org) yang mengajak pengikutnya untuk kembali kepada Tauhid dan Sunnah. Komunitas ini telah beberapa kali mengadakan seminar-seminar mengetengahkan 50 ulama terkemuka Saudi.

Mufti Besar Saudi menanamkan kepada para peserta tentang terorisme dan bom syahid menurut pandangannya. Dia mendorong para jamaah untuk menunjukkan penghormatan kepada kelompok non muslim.

"Islam adalah agama perdamaian dan kasih sayang. Islam mencela setiap bentuk terorisme dalam bentuk apapun. Mereka (para pelaku bom syahid-red) itu merupakan orang-orang yang bodoh yang tidak memahami Islam. Islam bersih dari setiap bentuk teroris dan terorisme. Harusnya, mereka lebih takut akan ancaman Allah," ujar sang Syaikh.

Selama tiga pekan itu, para peserta diberikan materi mengenai Tauhid, Ilmu Hadits, Fiqh, dan spiritualisme. Terdapat pula sesion bagi para muslimah untuk belajar Tajwid.

Program yang keseluruhannya menggunakan bahasa Inggris ini mengundang Syeikh Abdullah Al Ghudyan, Syeikh Saleh Al Luhaydan, Syeikh Sa'd Nasir Ash Shitri, dan Syeikh Saleh Al Husayyan, serta tak ketinggalan imam masjid Nabawi Syeikh Ali Abdur Rahman Al Hudhaify.

Para peserta berasal dari beraneka latar belakang profesi. Sebagian merupakan para Imam dan Khatib masjid di AS, sebagian lainnya merupakan akademisi-akademisi bergelar Doktor, praktisi IT, dan para businessman.

Salah seorang peserta, Hamza Jayinz Mckind, asal Columbus, Ohio, yang terlahir dari keluarga Kristen berkisah bahwa ayahnya seorang pendeta dan sebelumnya ia terbilang sebagai juniornya. Semuanya berubah saat ia memperoleh kesempatan bekerja di sebuah Sekolah Islam.

"Aku menemukan banyak hal di dalam Islam, yang sebelumnya telah aku pelajari di dalam Bible. Hanya saja, aku merasa bahwa Al Quran lebih detail dalam menjelaskannya. Akhirnya aku melihat kebenaran islam dan masuk menjadi seorang muslim. Ibuku pun kemudian juga mengikuti keyakinanku untuk masuk Islam 2 bulan kemudian," kisah Mckind.

Banyak kalangan menilai, banyaknya orang-orang kafir AS yang kemudian tertarik mengenali Islam, mempelajari, dan yang masuk Islam justru dikarenakan kebarokahan setelah tragedi WTC. [adm/muslimdaily]

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*