BEIJING - China bukan pihak yang terlibat dalam
krisis Rusia-Ukraina dan tidak ingin terpengaruh oleh sanksi yang
dijatuhkan terhadap Moskow, kata menteri luar negeri negara itu Wang Yi
pada Selasa.
Wang Yi mengatakan kepada Menlu Spanyol Jose Manuel
Albares bahwa China tidak ingin terpengaruh oleh sanksi Barat yang
dikenakan pada Rusia karena perang dengan Ukraina.
“China bukan
pihak dalam krisis, juga tidak ingin sanksi mempengaruhi China,” kata Yi
kepada Jose Manuel Albares, menurut pernyataan dari Kementerian Luar
Negeri China.
Menekankan bahwa China tidak pernah mendukung
resolusi masalah sanksi, Yi mengatakan Beijing selalu menentang sanksi
sepihak yang tidak setara dalam hukum internasional.
Langkah-langkah
seperti itu akan mengurangi pentingnya aturan internasional, ujar dia,
seraya menambahkan bahwa hal itu akan berdampak buruk pada kesejahteraan
semua orang di negara itu.
“China memiliki hak untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” tutur dia.
Yi menggarisbawahi bahwa China, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah mendorong pembicaraan damai sejak awal konflik.
Dia berharap perundingan putaran keempat akan menghasilkan kemajuan yang dapat diterima semua pihak.
Albares
mengatakan situasi di Ukraina mengancam perdamaian dan stabilitas di
Eropa dan Spanyol berharap perang akan segera berakhir melalui dialog
dan cara diplomatik.
Pada Senin, juru bicara Kementerian Luar
Negeri China Zhao Lijian menuduh AS menyebarkan "disinformasi" untuk
"mencoreng nama China."
Tuduhannya muncul setelah media besar
Barat melaporkan bahwa Rusia telah meminta bantuan peralatan militer
China dan dukungan untuk perang Rusia di Ukraina.
Penasihat
Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan kepada CNN pada Minggu
bahwa Beijing akan membayar "konsekuensi untuk upaya penghindaran sanksi
skala besar atau dukungan kepada Rusia untuk mengisinya kembali."
Perang
Rusia-Ukraina, yang dimulai 24 Februari, telah menarik kecaman
internasional, menyebabkan sanksi keuangan di Moskow dan mendorong
penarikan perusahaan global dari Rusia.
Setidaknya 636 warga sipil telah tewas dan 1.125 terluka di Ukraina sejak awal perang.
Lebih dari 3 juta pengungsi telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, menurut laporan PBB. []
Sumber: Anadolu