BOGOR -- Majelis Ukhuwah Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataan sikapnya terkait operasi Militer Rusia ke Ukraina.
Melalui pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Amir Majelis Ukhuwah Pusat H. Bustamin Utje pada Selasa (1/3), Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan pernyataannya sebagai berikut.
Sehubungan dengan telah terjadinya operasi militer yang disertai invansi dengan kekuatan bersenjata penuh oleh Rusia terhadap Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Hingga pernyataan ini dibuat belum ada tanda-tanda akan berakhir, bahkan menimbulkan reaksi perlawanan dari pihak Ukraina. Sehingga bisa dikatakan makin mengkhawatirkan, dan dampak dari peperangan yang terjadi telah menimbulkan banyak korban masyarakat sipil Ukraina, serta telah menimbulkan keresahan masyarakat dunia yang mengkhawatikan akan memicu terjadinya perang dunia.
Terpanggil oleh rasa tanggung jawab moral kami JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH) yang dalam hal ini bertindak sebagai bagian dari masyarakat dunia menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sangat menyesalkan langkah operasi militer yang dilakukan oleh negara Rusia terhadap negara Ukraina, yang disertai dengan invasi dengan kekuatan bersenjata penuh yang sudah menjurus kepada pengangkangan terhadap kedaulatan suatu negara.
2. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa dengan langkah operasi militer yang telah dilakukan oleh negara Rusia terhadap negara Ukraina ini menimbulkan reaksi perlawanan dari pihak Ukraina sehingga saat ini situasinya menjadi perang antara negara Rusia dengan negara Ukraina.
3. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa Perang Rusia Ukraina menjadi perhatian yang mendalam bagi masyarakat dunia. Keterkaitan kepentingan antar negara saat ini akan menimbulkan bahaya bagi perdamaian dunia karena konflik antara kekuatan dunia dapat dengan mudah berubah menjadi perang dunia.
4. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa Perang dan kekerasan tidak boleh menjadi pilihan dan pertumpahan darah tampa suatu alasan yang dibenarkan harus dikecam.
5. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa Allah Suhanahu Wata’ala Tuhan semesta ‘alam menciptakan umat manusia adalah sebagai khalifah di muka bumi, untuk mengelola dan memakmurkan bumi, tidak untuk saling menumpahkan darah, tertuang di dalam kitab suci Al-Qur’an (Al-Baqarah/2 : 30).
6. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa peperangan tanpa alasan yang dibenarkan hanya akan menimbulkan kerusakan dan kebinasaan serta menghinakan lawan yang dikalahkan, sebagaimana tertuang didalam kitab suci Al-Qur’an (An-Naml/27:34).
7. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa peperangan mengakibatkan warga sipil akan menanggung korban terberat dalam setiap konflik militer. Penghancuran infrastruktur publik dan dampaknya terhadap perekonomian akan sangat merugikan masyarakat jika konflik yang berkepanjangan tidak diselesaikan.
8. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa dengan adanya jutaan warga Ukraina yang melarikan diri demi keamanan ke perbatasan tetangga akan memiliki implikasi jangka panjang pada ekonomi dan keamanan kawasan. Keterlibatan negara-negara Eropa dalam konflik akan semakin meningkatkan ketegangan.
9. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa perdamaian melalui negosiasi adalah pilihan yang lebih disukai daripada perang. Sebagai masalah perang pertahanan diri harus menjadi pilihan terakhir.
10. Kami Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berpandangan bahwa invasi Rusia terhadap Ukraina menjadi peringatan bagi masyarakat Barat yang mereka begitu perhatian membela Ukraina. Sementara mereka diam seribu bahasa terhadap penyerangan Yahudi terhadap Palestina, China terhadap Uigur, India terhadap Kashmir, Myanmar terhadap Rohingya dan lain sebagainya. Untuk itu kami menyerukan agar masyarakat Barat dapat menempatkan peristiwa ini secara objektif dan proporsional, dan tidak memunculkan sikap standard ganda, di mana mereka akan membela dengan keras bangsa sesuai kepentingan dengan tidak mengindahkan hak asasi.
11. Kami menyerukan bahwa dalam upaya menghadirkan perdamaian negara yang berkonflik saat ini serta terbebaskannya warga dunia dari semua bentuk kekerasan di muka bumi. Mendorong para pemimpin Muslim dunia untuk lebih intensif melakukan upaya persuasif dengan berbagai pihak terkait agar konflik Rusia Ukraina dapat segera terselesaikan dengan damai dan menguntungkan semua pihak.
12. Kami menyerukan kepada para pemimpin dunia harus berkumpul untuk mengadopsi resolusi damai. Rusia harus menghentikan operasi militer begitu juga kekuatan Barat harus menghentikan sanksi.
13. Kami menyerukan kekuatan yang saling bertentangan untuk menahan diri dari intimidasi lebih lanjut, kekerasan dan melanjutkan ke meja perundingan dengan hal ini kami percaya solusi yang dapat diterima dapat dirumuskan dan bencana manusia dapat dihindari.
14. Kami menyerukan diakhirinya konflik, hentikan semua intimidasi, hentikan operasi militer dan bangun komunikasi untuk pembicaraan damai.
15. Sebagai Umat Islam kami berdo’a semoga Allah Subhanahu Wata’ala Tuhan semesta alam melindungi kita sekalian dari kebinasaan yang menyengsarakan. Aamiin.
Sumber: MINA
