ANKARA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan telah menyampaikan dukungan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Ahad (17/4). Dia mengutuk tindakan Israel terhadap jamaah di Masjid al-Aqsha Yerusalem.
"Selama sambungan telepon kami, saya mengatakan kepada Abbas bahwa saya sangat mengutuk intervensi Israel terhadap jamaah di Masjid al-Aqsha dan bahwa kami akan menentang provokasi dan ancaman terhadap status atau semangatnya," cicit Erdogan di Twitter.
"Turki selalu mendukung Palestina," ujarnya.
Görüşmemizde İsrail'in Mescid-i Aksa’da ibadet edenlere yönelik müdahalelerini şiddetle kınadığımı ve Mescid-i Aksa’nın statüsüne ve maneviyatına yönelik tahrik ve tehditlerin karşısında duracağımızı Sayın Abbas'a ifade ettim.
— Recep Tayyip Erdoğan (@RTErdogan) April 17, 2022
Turki sebelumnya meluncurkan berbagai inisiatif di dalam PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menanggapi tindakan Israel terhadap Palestina dan kebijakannya mengenai Yerusalem atau statusnya. Turki sendiri sudah menjalin hubungan bilateral sejak 1949.
Awal bulan ini, Erdogan memberi tahu Presiden Israel Isaac Herzog bahwa Turki mengharapkan pihak berwenang Israel untuk peka terhadap kondisi di Masjid al-Aqsha selama Ramadhan. Dia menekankan pentingnya mengizinkan orang Palestina memasuki Israel.
Ketegangan terbaru meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak pasukan Israel menyerbu halaman Masjid al-Aqsha pada Jumat (15/4). Bentrokan ini melukai ratusan orang.
Kemudian pada Ahad (17/4) lebih dari 700 pemukim Israel memaksa masuk ke kompleks Masjid al-Aqsha. Mereka mendapat perlindungan polisi yang ketat untuk merayakan liburan Passover selama sepekan, yang dimulai pada Jumat.
Layanan medis Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, 17 warga Palestina terluka, termasuk lima orang yang dirawat di rumah sakit. Polisi Israel menangkap sembilan warga Palestina. Pada tengah hari, saksi mata mengatakan polisi telah pergi dari kompleks Masjid al-Aqsha.
Polisi Israel mengatakan, mereka memasuki kompleks Masjid al-Aqsha untuk memfasilitasi kunjungan rutin orang Yahudi ke tempat suci. Mereka menuding warga Palestina telah menimbun batu dan mendirikan penghalang untuk mengantisipasi kekerasan.
"Penting untuk memastikan kebebasan beribadah, tetapi kami tidak akan berkompromi ketika kekerasan dan teror terjadi," ujar menteri Israel yang bertanggung jawab atas polisi, Omer Barlev.
Di dalam kompleks Masjid al-Aqsha, terdapat masjid yang menjadi situs tersuci ketiga dalam Islam. Sementara itu, di kompleks tersebut juga terdapat tempat paling suci bagi orang Yahudi, yang disebut sebagai Temple Mount.
Sumber: Republika
