DOHA -- Qatar mengalokasikan 5 juta dolar AS dalam bantuan
kemanusiaan untuk mendukung pengungsi Ukraina dan orang-orang terlantar,
melalui Qatar Fund for Development (QFFD). Hal ini dilakukan mengingat
situasi kemanusiaan yang sulit yang dihadapi jutaan pengungsi
membutuhkan solidaritas masyarakat internasional.
Asisten
Menteri Luar Negeri Qatar, Lolwah binti Rashid Al Khater, juga
menegaskan kembali seruan Qatar untuk segera menghentikan aksi militer
di Ukraina dan mengamankan koridor kemanusiaan untuk memastikan akses
bantuan. Penyelesaian perselisihan diperlukan melalui dialog konstruktif
dan metode diplomatik, selain menyelesaikan konflik dengan cara damai
dan menghindari apa yang dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut.
"Inilah
yang kita lihat hari ini bagi orang-orang Ukraina yang mengalami masa
kelam dalam sejarah mereka yang memaksa mereka untuk melarikan diri,
baik di dalam maupun di luar Ukraina, untuk menghindari perang dan
kengeriannya," kata dia seperti dilansir Gulf News, Ahad (10/4).
Dia
menambahkan, jutaan pengungsi telah menderita dari momok perang dan
pengabaian masyarakat internasional atas penderitaan mereka. Termasuk
para pengungsi Suriah dan pengungsi Palestina yang mengalami tragedi
pengungsi terpanjang dalam sejarah modern.
Seruan Qatar berasal
dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip hukum
internasional yang mapan, termasuk kewajiban di bawah Piagam untuk
menyelesaikan perselisihan internasional dengan cara damai, dan
komitmennya terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial
negara bagian.
Menurut Al Khater, dunia sedang melalui
tahap-tahap sulit dan berbagai krisis yang memaksa banyak orang untuk
bergerak menuju tempat yang lebih aman dan masa depan yang lebih baik.
Dalam konteks ini, Qatar khawatir bahwa konflik akan meluas untuk
mencakup negara-negara tetangga lainnya di dalam dan sekitar Balkan.
Dia
juga menyampaikan belasungkawa Qatar kepada keluarga para korban dan
keinginannya untuk solusi mendesak bagi tragedi kemanusiaan ini. []
Sumber: Republika
