Batalkan Rencana Haji, Pasangan Muslim Kashmir Sumbangkan Tanah untuk Tunawisma

Bayu
By -
0

KASHMIR
-- Perjalanan haji bagi umat Islam adalah mimpi seumur hidup yang mereka semua cita-citakan. Pembatasan COVID-19 menambah lebih banyak semangat untuk berhaji, setelah larangan dua tahun pada peziarah luar negeri baru-baru ini dicabut.

Oleh karena itu, keputusan pasangan Muslim Kerala Jasmine dan Haneefa meninggalkan haji tahun ini dan menyumbangkan tanah untuk membangun rumah bagi para tunawisma adalah pengorbanan besar.

Keputusan pasangan itu datang setelah mereka melihat penderitaan keluarga tetangga yang tinggal di tempat sewaan.

“Kami berencana menjual properti kami dan menggunakan dananya untuk haji. Tapi, dalam beberapa bulan terakhir, kami melihat beberapa insiden di mana keluarga tertentu … tidak memiliki properti. Insiden seperti itu membuat kami memikirkan kembali rencana haji kami,” kata Haneefa, kepada Kashmir Today.

Pasangan itu akhirnya menyumbangkan tanah leluhur mereka ke LIFE Mission, skema perumahan unggulan pemerintah negara bagian untuk mereka yang tidak memiliki tanah.

“Setelah kejadian itu, kami memutuskan memanfaatkan tanah untuk membantu yang membutuhkan daripada pergi haji,” kata Haneefa.

Menyambut keputusan pasangan itu, Menteri Swadaya Masyarakat setempat M V Govindan mengatakan itu adalah inspirasi bagi masyarakat.

“Orang-orang seperti Haneefa dan Jasmine telah memberikan contoh kemanusiaan dan panutan bagi masyarakat,” kata Govindan.

Tahun lalu, pasangan Muslim dari Maharashtra, India, menyumbangkan uang haji mereka untuk membantu orang miskin yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Pada tahun 2020, Shirin Nazirmadova, seorang dokter dari Tajikistan selatan, juga memutuskan menyumbangkan tabungan haji ke rumah sakit distrik Farkhor setempat, untuk membeli persediaan yang sangat dibutuhkan untuk memerangi virus corona.

Ibadah haji melambangkan konsep-konsep penting dari Islam. Haji memperingati cobaan Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Setiap Muslim dewasa yang mampu, harus melakukan haji setidaknya sekali seumur hidup.

Sumber: MINA

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*