MOGADISHU -- Pasukan Somalia mengakhiri pengepungan selama 30 jam di sebuah hotel di ibu kota Somalia, Mogadishu, Ahad (21/8). Pihak berwenang pun kemudian mensterilkan gedung hotel dari bahaya bahan peledak
Sekurangnya 12 orang yang kebanyakan warga sipil tewas saat pasukan Somalia, memerangi milisi terkait Al-Qaeda. Selama kurang lebih 30 jam milisi meledakkan dan menembak masuk ke Hotel Hayat pada Jumat malam (19/8).
"Kami masih menyelidiki bahaya ledakan karena banyak kantong plastik yang berserakan di sekitar hotel," kata seorang perwira militer di tempat kejadian, Mohamed Ali.
Komisaris polisi Somalia, Abdi Hassan Hijar mengatakan pengepungan berakhir sekitar Sabtu tengah malam. "Selama serangan itu, pasukan keamanan menyelamatkan banyak warga sipil yang terperangkap di hotel, termasuk wanita dan anak-anak," katanya.
Polisi belum memberikan penjelasan rinci tentang bagaimana serangan itu terjadi. Selain itu, masih belum jelas juga berapa banyak pria bersenjata yang memasuki hotel.
Serangan kali ini, adalah insiden besar pertama sejak Presiden Hassan Sheikh Mohamud menjabat pada Mei 2022. Kelompok al-Shabaab yang terkait dengan al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Al-Shabaab telah berjuang untuk menggulingkan pemerintah Somalia selama lebih dari 10 tahun. Kelompok ini dikenal kerap mengincar tempat kafe atau hotel untuk melancarkan aksi terornya.
Hayat sendiri adalah hotel yang populer di kalangan anggota parlemen dan pejabat pemerintah lainnya. Laporan awal mengatakan, pada Jumat, hotel terlebih dulu diserang bom mobil bunuh diri sebelum orang-orang bersenjata masuk.
Bom mobil pertama, sempat menghantam di dekat hotel, dan tak lama menyusul bom mobil kedua yang menghantam gerbang hotel. Seorang saksi mata mengatakan, sempat juga terjadi baku tembak di dalam hotel.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan tersebut. "PBB mendukung rakyat Somalia dalam perjuangan mereka melawan terorisme dan perjalanan mereka menuju perdamaian," kata Guterres melalui juru bicaranya.
Penyerang menerobos masuk Hayat Hotel pada Jumat (19/8) malam waktu setempat dengan dua mobil bom. Kemudian mereka melepaskan tembakan. "Sejauh ini kami mengonfirmasi 12 orang tewas, sebagian besar warga sipil. Operasinya hampir selesai tapi masih berlangsung," kata seorang petugas intelijen yang mengaku bernama Mohammed, Sabtu (20/8).
Ledakan menimbulkan asap hitam ke sebuah persimpangan jalan pada Jumat malam. Suara tembakan masih terdengar hingga Sabtu 07.00 pagi. Saksi mata mengatakan suara ledakan kembali terdengar saat pasukan pemerintah mencoba merebut kembali hotel itu dari milisi.
Mereka mengatakan sebagian bangunan hotel hancur dalam baku tembak. Serangan ini merupakan serangan besar pertama sejak Presiden Hassan Sheikh Mohammad menjabat pada bulan Mei lalu. Berdasarkan terjemahan SITE Intelligence Group yang memantau pernyataan kelompok pemberontak bersenjata al Shabaab, kelompok yang memiliki koneksi dengan al Qaeda mengklaim bertanggung jawab.
Sudah lebih dari 10 tahun al Shabaab berperang untuk menggulingkan pemerintah Somalia. Kelompok itu ingin mendirikan pemerintah sesuai kehendak mereka sendiri.[]
Sumber: Republika
