ABU DHABI — Kementerian energi Eni
Emirat Arab (UEA) telah menurunkan harga bensin dan solar per 1
September. Penurunan harga bahan bakar bensin ini disusul dengan
penurunan tarif taksi di sejumlah wilayah di Emirat.
Dilansir dari Gulf Today, Sabtu (3/8),
Otoritas Jalan dan Transportasi Sharjah (SRTA) mengumumkan penurunan
tarif Argometer sebesar satu dirham, per 1 September, dibandingkan bulan
lalu.
Langkah itu sejalan dengan keputusan
Dewan Eksekutif terkait tarif taksi yang ditetapkan bulanan tergantung
pada harga bahan bakar.
Untuk bulan ini, argometer dibuka pada
Dhs4 antara pukul 8:00 pagi dan 10:00 malam, dengan tarif perjalanan
minimum Dhs14.5 (Rp 59 ribu) dibandingkan dengan Dhs15.5 (Rp 63 ribu)
pada Agustus.
Sementara dibuka pada Dhs6 (Rp 24
ribu) antara 10:00 dan 6:00, dengan tarif perjalanan minimum Dhs16,5
dirham (Rp 67 ribu) dibandingkan dengan Dhs17,5 (Rp 71 ribu) pada bulan
Agustus, SRTA mengkonfirmasi.
Pada Rabu (31/8/2022), Kementerian Energi Uni Emirat Arab telah
menurunkan harga bensin dan solar untuk September, mulai berlaku pada 1
September. Harga ini sudah termasuk pajak pertambahan nilai sebesar 5
persen.
Harga baru satu liter bensin Super 98
September akan dijual dengan harga Dhs 3,41 (Rp 14 ribu) per liter di
semua SPBU. Harga satu liter bensin Special 95 akan berada di Dhs3.30
(Rp 13,3 ribu).
Diesel akan dijual dengan harga Dhs3.87 (Rp 15,7 ribu) dan E-Plus akan tersedia untuk Dhs3.22 (Rp 13 ribu).
Harga keranjang tiga belas minyak
mentah OPEC berada di 104,85 dolar AS (Rp 1,58 juta) per barel pada
Senin, dibandingkan dengan 103,89 dolar AS (Rp 1,54 juta) pada Jumat
sebelumnya, menurut perhitungan Sekretariat OPEC.
Keranjang Referensi Minyak Mentah OPEC
terdiri dari: Sahara Blend (Aljazair), Girassol (Angola), Djeno
(Kongo), Zafiro (Guinea Khatulistiwa), Rabi Light (Gabon), Iran Heavy
(Iran), Basrah Medium ( Irak), Ekspor Kuwait (Kuwait), Es Sider (Libya),
Bonny Light (Nigeria), Arab Light (Arab Saudi), Murban (UEA), dan Merey
(Venezuela). []
Sumber: Republika
