DOHA -- Emir Qatar, Sheikh Tamim Bin
Hamad Al-Thani, menegaskan, Doha tidak dapat menggantikan gas Rusia,
karena merupakan sumber penting untuk pasar global. Dalam sebuah
wawancara dengan surat kabar Le Point Prancis, Al-Thani mengatakan, Qatar akan memasok gas ke Eropa.
"Kami ingin membantu negara-negara
Eropa dan akan memasok gas kepada mereka di tahun-tahun mendatang,
tetapi jika mereka (Eropa) berpikir bahwa kami dapat menggantikan gas Rusia adalah keliru, karena (gas Rusia) itu adalah sumber penting untuk pasar global," ujar Al-Thani, dilansir Middle East Monitor, Jumat (16/9/2022).
Al-Thani mengatakan, gas mempunyai
peran yang sangat penting dalam periode transisi dan diversifikasi
sumber energi dalam jangka panjang. Karena gas merupakan sumber energi
bersih.
"Kami telah mengambil risiko dan
berinvestasi di sektor gas sejak tahun delapan puluhan dan sembilan
puluhan abad terakhir, mengetahui bahwa itu adalah sumber energi yang
akan sangat penting di masa depan," ujar Al-Thani.
Al-Thani menekankan, Qatar mengekspor
energi ke negara-negara Asia dan Eropa berdasarkan perjanjian jangka
panjang. Ketika ditanya tentang sanksi Eropa terhadap sektor energi
Rusia, dia mengatakan, sanksi tersebut dapat menimbulkan permasalahan
bagi seluruh dunia.
Al-Thani tidak membenarkan dan juga
tidak menyalahkan Barat atas sanksi terhadap sektor energi Rusia.
Menurutnya, sanksi tersebut telah menimbulkan persoalan krisis energi di
Eropa.
“Dalam kasus khusus ini, saya tidak
bisa menilai benar atau tidaknya keputusan Eropa, tetapi kita semua
melihat masalah yang disebabkan oleh kurangnya pasokan energi di benua
Eropa saat ini. Yang terpenting adalah kita semua menderita dari status
tersebut. Oleh karena itu, perang di Ukraina harus diakhiri, dan kita
harus menemukan solusi," kata Al-Thani.[]
Sumber: Republika
