Israel Bunuh Bocah Palestina Usia 2,5 Tahun

Alexandria Shofia
By -
0

 



RAMALLAH -- Serangan-serangan yang dilakukan militer Israel terus makan korban. Salah satu korban terbaru adalah seorang bocah lelaki Palestina berusia dua setengah tahun, Mohammad al-Tamimi yang terluka oleh tembakan Israel pekan lalu. 

Ayah dari balita tersebut, Haitham al-Tamimi mengatakan, dia dan putranya sedang berkendara untuk mengunjungi kerabat pada 1 Juni 2023 ketika mobil mereka diserang tentara Israel. Bocah itu terluka parah. Sementara Haitham al-Tamimi mengalami luka di bahu. 

Rumah Sakit Sheba di Israel mengkonfirmasi gugurnya bocah laki-laki Palestina itu. Tim medis telah berupaya keras untuk menyelamatkan nyawa bocah tak bersalah itu.

Sebelumnya pada Kamis (1/6/2023) militer Israel berdalih tentara membalas tembakan setelah dua penyerang Palestina melepaskan tembakan ke pemukiman Halamish, atau juga dikenal sebagai Neveh Tzuf, dekat Ramallah di Tepi Barat. 



Dua warga Palestina telah terluka oleh tembakan dari tentara. Militer Israel mengatakan, mereka sedang menyelidiki insiden itu. Militer menambahkan, mereka melakukan segala upaya untuk menghindari korban nonpejuang.



Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan, mereka tidak mempercayai penyelidikan internal Israel atas insiden semacam itu. Palestina menuntut penyelidikan internasional atas kejahatan ini dan kejahatan lain terhadap anak-anak Palestina. 

Tepi Barat telah mengalami gelombang kekerasan sejak Maret 2022. Israel telah mengintensifkan serangan militernya di tengah serentetan serangan jalanan yang dilakukan oleh warga Palestina di kota-kotanya.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, 158 warga Palestina, termasuk pejuang militan dan warga sipil, telah dibunuh oleh Israel di Gaza dan Tepi Barat pada 2023. Seorang warga Palestina lainnya tewas di Israel selatan oleh roket yang ditembakkan dari Gaza.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, 20 orang Israel, seorang Ukraina, dan seorang warga Italia telah tewas oleh serangan Palestina pada periode yang sama. Israel terus memperluas permukiman sejak negosiasi kenegaraan terhenti. Sementara kekerasan pemukim terus meningkat. 

Serangan pemukim

Sementara, pemukim ilegal Israel menyerang penduduk Palestina di Desa Burqa dekat Nablus di Tepi Barat utara pada Ahad (4/6/2023) malam. Mereka menembak sedikitnya empat orang dan melukai 55 lainnya.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi bahwa tim medisnya merawat empat orang yang terluka akibat pecahan peluru dari tembakan langsung, serta 55 kasus inhalasi gas air mata selama serangan pemukim. Para pemukim dilindungi oleh tentara pendudukan Israel selama penyerangan.

"Sekelompok pemukim dari pemukiman Homesh menyusup ke desa di bawah perlindungan tentara Israel, dan menyerang rumah-rumah Palestina di beberapa wilayah desa Burqa," ujar Ghassan Daglas, yang memantau masalah pemukiman di Tepi Barat utara. 

"Penduduk yang menghadapi para pemukim selama penyerangan mengalami luka-luka," ujar Daglas, dilaporkan Middle East Monitor, Senin (5/6/2023).

Sekitar lima puluh pemukim juga menyerang tiga rumah di pinggiran desa dengan batu, dan memecahkan jendela sejumlah kendaraan. Desa Burqa terus-menerus diserang oleh para pemukim, karena terletak di dekat pemukiman Homesh yang pernah dievakuasi.

Pada Maret, Knesset Israel menyetujui pencabutan "Hukum Pelepasan", yang memungkinkan pemukim untuk kembali ke empat pemukiman di Tepi Barat yang dievakuasi pada 2005, termasuk Homesh.

Menurut hukum internasional, semua permukiman Israel di tanah Palestina yang diduduki adalah ilegal. Kendati demikian, Gubernur Salfit di wilayah pendudukan Tepi Barat, Abdullah Kamil telah mempublikasikan rincian rencana pemukiman baru yang bertujuan menyita lebih dari 2.471 hektare tanah Palestina untuk perluasan pemukiman.

"Otoritas pendudukan mengumumkan keputusan untuk merebut tanah milik Kota Al-Zawiya, Deir Ballut, Rafat dan Masha di sebelah barat kegubernuran Salfit, serta di Suniriya, di kegubernuran Qalqilya," kata Kamil.

"Tanah itu akan digunakan untuk kawasan industri dan wisata pemukim, unit pemukiman dan jalan yang menghubungkan pemukiman," ujar Kamil.

Dalam insiden terkait, kantor berita WAFA melaporkan seorang bocah bernama Amin Daoud yang berusia enam tahun menderita memar ketika pemukim menyerang keluarganya saat mereka sedang menggembalakan domba di Masafer Yatta, selatan Hebron.

LSM Israel, Peace Now mengatakan, lebih dari 465 ribu pemukim saat ini tinggal di 132 permukiman dan 146 pemukiman liar di tanah Palestina di Tepi Barat. 

Sumber: Republika

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*