WNI Selamat dari Ledakan Paris

Alexandria Shofia
By -
0




PARIS – Ledakan besar mengguncang Paris, Prancis, dan memorakporandakan wilayah bersejarah di kota tersebut. Warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tak ada yang jadi korban.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu RI Judha Nugraha mengatakan, tidak ada informasi mengenai korban luka maupun meninggal akibat ledakan di Paris pada Rabu (21/6/2023) waktu setempat. Setidaknya 37 orang terluka dan lima di antaranya kritis setelah ledakan terjadi di Rue Saint-Jacques.

"Secara paralel, KBRI Paris menghubungi simpul komunitas Indonesia di Paris. Hingga saat ini belum ada informasi dari masyarakat Indonesia mengenai adanya korban WNI," kata Judha dalam pernyataannya kepada media pada Kamis (22/6/2023).

photo

Judha melanjutkan, pihak KBRI Paris telah berkoordinasi dengan Kepolisian Paris. Hingga saat ini Kepolisian Paris masih melakukan identifikasi 37 korban di mana 5 orang dalam kondisi kritis.

Ledakan itu mencabik-cabik Rue Saint-Jacques yang membentang dari Katedral Notre-Dame de Paris ke Sorbonne University pada sore hari. Ledakan ini melukai sedikitnya 37 orang, empat di antaranya berjuang untuk hidup di rumah sakit.

Ledakan tersebut juga menghancurkan fasad bangunan sekolah desain Akademi Amerika Paris yang populer di kalangan siswa asing. Saksi menggambarkan ledakan yang memekakkan telinga dan bola api raksasa yang menjulang setinggi beberapa lantai.

Kantor kejaksaan Paris mengatakan, masih terlalu dini untuk mengungkap penyebab ledakan itu. Namun, wakil wali kota setempat, Edouard Civel, merujuk pada ledakan gas.

Sementara, saksi mengatakan kepada BFM TV bahwa ada bau gas yang menyengat beberapa saat sebelum ledakan. "Toko berguncang hebat, rasanya seperti ledakan bom," kata Rahman Oliur, seorang mengelola toko makanan beberapa pintu dari American Academy.

Ledakan terjadi pada pukul 16.55 waktu setempat. Daerah itu sering dikunjungi turis dan mahasiswa asing pada awal musim panas, tetapi tidak ada indikasi langsung bahwa ada orang asing di antara para korban.

Reuters melaporkan, beberapa bangunan di dekatnya dievakuasi. Lebih dari dua jam setelah ledakan, responden pertama masih merawat warga karena shock. Seorang wanita juga dilaporkan pingsan di jalan.

Jaksa penuntut Paris Laure Beccuau mengatakan, indikasi awal bahwa ledakan berasal dari dalam gedung yang runtuh. Penyelidik akan melihat apakah kondisi bangunan melanggar peraturan atau jika seseorang telah bertindak tanpa kehati-hatian. 

photo

Pada Januari 2019, kebocoran gas menyebabkan ledakan yang menewaskan empat orang dan melukai 66 lainnya di arondisemen ke-9. Pada April tahun itu, kebakaran terjadi di Katedral Notre-Dame, menghancurkan sebagian besar atap dan menyebabkan kerusakan lain sebelum padam.

Evakuasi

Tim penyelamat sejauh ini mencari dua orang hilang yang dikhawatirkan terkubur di bawah puing-puing sebuah bangunan yang sebagian runtuh dalam ledakan tersebut. Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan, anjing pelacak telah mencium bau di bawah gundukan batu yang berserakan di Rue Saint-Jacques. "Mungkin malam ini kami akan menemukan jenazah atau mungkin korban selamat," kata Darmanin kepada wartawan di lokasi ledakan.

Tentara membantu mengamankan barisan pengaman di sekitar tempat kejadian. Kantor kejaksaan Paris mengatakan, masih terlalu dini untuk mengatakan penyebab ledakan itu.

Namun, Wakil Wali Kota Paris Edouard Civel merujuk pada ledakan gas di sebuah posting Twitter. Saksi mengatakan kepada BFM TV, ada bau gas yang menyengat beberapa saat sebelum ledakan.

photo

"Toko berguncang hebat, rasanya seperti ledakan bom," kata Rahman Oliur yang mengelola toko makanan beberapa pintu dari American Academy.

Pekerja bar Khal Ilsey mengatakan, mendengar ledakan besar sebelum berlari keluar dan melihat kobaran api yang hebat di ujung jalan. Ledakan terjadi pada pukul 16.55 waktu setempat, tepat saat para pekerja sedang menuju rumah.

Daerah itu sering dikunjungi turis dan mahasiswa asing pada awal musim panas. Namun, tidak ada indikasi langsung bahwa ada orang asing di antara para korban.

photo

Beberapa bangunan di dekatnya dievakuasi. Lebih dari dua jam setelah ledakan, responden pertama masih merawat warga karena syok. Seorang wanita pingsan di jalan.

Lebih dari 300 petugas pemadam kebakaran terlibat dalam mengendalikan kobaran api. "Saya sedang menulis di rumah... Saya pikir itu adalah bom," kata sejarawan seni Monique Mosser.

Mosser menyatakan, banyak jendela di gedungnya yang pecah akibat gelombang kejut ledakan itu. "Seorang tetangga mengetuk pintu dan memberi tahu saya bahwa pemadam kebakaran meminta kami untuk mengungsi secepat mungkin. Saya mengambil laptop saya, telepon saya. Saya bahkan tidak berpikir untuk mengambil obat saya," ujarnya.

Sumber: Republika

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*