Kabinet Obama Dipenuhi Orang Clinton dan Prioritaskan “Yahudi”

Muslimin
By -
0
Barack Hussein Obama akan memulai membentuk kabinet barunya. Sampai sampai pelantikannya tanggal 20 Januari nanti, Obama akan memilih orang terbaik yang dapat mendampinginya. Sejumlah media massa Amerika baru-baru ini memberikan ‘bocoran’ nama-nama yang bakal masuk kabinet.

Para pengamat memperkirakan Obama akan memakai para pejabat yang pernah dipercaya mantan Presiden Bil Clinton untuk menduduki jabatan strategis dikabinetnya.

Diantaranya posisi menteri pertahanan diperkirakan akan jatuh ke tangan Robert Gates. Jabatan Menteri Luar Negeri akan dipercayakan kepada Senator Massachusset John Kerry atau Gubernur New Mexico Bill Richardson. Adapun jabatan menteri keuangan diprediksi akan dipercayakan kepada Warren Buffet atau mantan Gubernur Bank Sentral Paul Volcker.

Koran New York Times edisi 6 November, menyebut nama Rahm Emanuel dari Illinois yang sudah menerima tawaran dari Obama sebagai Kepala Staff Gedung Putih. Sementara Laura D'Andrea Tyson, Gene Sperling, dan Lael Brainard akan ditampatkan diposisi puncak bidang perekonomi di kabinet Obama.

Yahudi

Sebagaimana diketahui, Rahm Emanuel yang akan ditunjuk sebagai Ketua Staf Administrasi Gedung Putih adalah bernama asli Rahm Israel Emanuel. Tak banyak media mengungkap nama tengah “Israel” ini. Atau boleh jadi sengaja dihilangkan.

Emanuel adalah penasehat mantan presiden AS, Bill Clinton. Saat ini ia juga menjabat sebagai anggota Kongres AS dan seorang tokoh Yahudi.

Ayah Emanuel, Benjamin Emanuel seorang dokter anak yang lahir di Yerusalem. Menurut catatan, ia pernah tergabung dalam Irgun Zeva'i Le'ummi, sebuah kelompok radikal Yahudi dan pernah tercatat “membantai” rakyat Palestina.

Sejumlah pengamat menilai pemilihan Emanuel sebagai Ketua Staf Gedung Putih didasari oleh kesamaan negara bagian dengan Obama dan pengalaman politik di tubuh Partai Demokrat. Namun sejumlah pengamat lainnya menyebut status Yahudi Israel Emanuel yang mendorong Obama menunjuknya untuk menempati posisi penting di Gedung Putih.

Selain itu, Rahm Emanuel adalah anggota Kongres dari Illinois yang dikecam keras oleh sebagian politisi Republik karena terlalu partisan.

Sedang Robert Michael Gates, Ph.D. (kelahiran 25 September 1943 di Wichita, Kansas) adalah Menteri Pertahanan Amerika Serikat ke-22. Ia menjabat sejak 18 Desember 2006. Sebelumnya, Gates bekerja selama 26 tahun di Dinas Intelijen Amerika Serikat dan Dewan Keamanan Nasional, dan di bawah Presiden George H. W. Bush sebagai Direktur CIA.

Setelah meninggalkan CIA, Gates menjabat presiden Universitas Texas A&M dan menjadi anggota dari beberapa dewan direktur perusahaan. Gates juga menjabat sebagai salah satu anggota dari komisi bipartisan yang dipimpin oleh James A. Baker III, Kelompok Studi Iraq, yang telah mempelajari perang di Iraq. Ia juga menjadi pilihan pertama untuk menjadi menteri Departemen Keamanan Dalam Negeri ketika departemen itu dibentuk setelah Serangan 11 September 2001, tetapi ia menolak pengangkatan itu agar ia dapat tetap menjabat sebagai presiden Texas A&M.

Barack Obama mulai membentuk kabinetnya dengan meminta Rahm Emanuel, mantan penasehat Presiden Bill Clinton, untuk menjabat sebagai kepala staf

Tahun 2007, Menteri Pertahanan AS Robert Gates pernah menyatakan persiapan untuk melakukan serangan militer ke Iran yang menurutnya disebut sebagai "rencana darurat" yang rutin dilakukan kementerian pertahanan.

Ia mengungkapkan hal itu pada para wartawan dalam penerbangan menuju Washington. Menurutnya, persiapan rutin untuk menghadapi kemungkinan melakukan serangan ke Iran dilakukan bersamaan dengan persiapan ratusan skenario lainnya sebagai opsi operasi militer ke Negara Para Mullah itu.

"Pentagon sedang menyiapkan operasi ofensif dan menghancurkan, " kata tegas Gates.

Obama harus menunjuk pegawai tinggi pemerintahannya hingga 20 Januari, saat pengambilan sumpah jabatan. Masih menurut sumber ini, Obama diprediksikan akan meminta Robert Gates, Menteri Pertahanan AS untuk tetap menduduki jabatannya saat ini. [adm/hidayatullah]

Posting Komentar

0Komentar

Please Select Embedded Mode To show the Comment System.*